PERENCANAAN
INVESTASI
Untuk
memenuhi kebutuhan jangka panjang, seperti
kehidupan masa depan, pendidikan anak, dana pensiun dll. Maka seseorang perlu
menyisihkan sebagaian pendapatannya untuk investasi. Sebelum memulai
berinvestasi sebaiknya perencanaan keuangan harus sudah direncanakan sebaik mungkin. Apabila tidak di rencanakan sebaik mungkin, maka seseorang akan sulit melakukan investasi, karena setiap kali mendapatkan gaji pasti uangnya akan habis.
berinvestasi sebaiknya perencanaan keuangan harus sudah direncanakan sebaik mungkin. Apabila tidak di rencanakan sebaik mungkin, maka seseorang akan sulit melakukan investasi, karena setiap kali mendapatkan gaji pasti uangnya akan habis.
Berikut
ini empat hal yang harus diperhatikan sebelum memulai Investasi
:
1.
Planing
Dalam hal yang pertama ini kita perlu
menentukan terlebih dahulu tujuan kita investasi itu Apa, Berapa dan kapan
investasi tersebut akan digunakan. Misalnya tujuannya adalah untuk nikah , Maka
kita harus tentukan terlebih dahulu berapa targetnya, dan kapan pernikahan
tersebut akan dilakukan.
2.
Organitation
Setelah
kita menentukan tujuannya ,kita harus memilih prodak investasi apa yang akan
kita pilih. Selain itu kita juga harus memiliki stategi investasi yang jitu, strategi
tersebut dimaksudkan untuk meminimalisir risiko yang terjadi.
3.
Actuaity
Setelah kita menentukan produk mana yang
akan kita pilih , kita harus mempersiapkan modal yang akan kita gunakan untuk
berinvestasi. Jika kita belum memiliki modal kita bisa menyisihkan uang kita
terlebih dahulu dengan kata lain menabung. Dalam menabung disaranankan tidak
menggunakan rumus “ Income – Consumtion = Saving “ tetapi menggunakan rumus “ Incom
– Saving = Consumtion”, karena dalam rumus ini kita mengutamkan menabung terlebih dahulu dari
pada konsumsi. Jika kita maengutamakan menabung maka tujuan kita untuk
berinvestasi akan cepat tercapai.
4.
Controling
Dalam hal ini kita hanya mengontrol dana yang kita
gunakan investasi. Apakah mendapatkan hasil yang menguntungkan ataukah rugi.
Dalam berinvestasi disarankan tidak hanya menanamkan dananya di salah satu
instrumen saja tetapi di berbagai instrumen karena apabila jika kita mengalami
kerugian maka kita masih memiliki instrumen lain yang dapat memberikan
keuntungan.
INVESTASI
TIDAK TERGANTUNG PENDAPATAN
Sebenarnya
setiap orang dapat berinvestasi. Tidak peuli berapapun penghasilannya. Sayangnya
hingga kini masih banyak yang beranggapan berinvestasi dikala ada sisa uang
dikantong, Padahal investasi seharusnya dialokasikan terlebih dahulu bukan
menunggu pendapatan. Seiring
dengan pepatah ”pay yourself fist”Hal yang penting dalam berinvestasi adalah berapa jumlah yang
dialokasikan, bukan berapa jumlah pendapatan seseorang baik orang itu adalah
pegawai negeri, karyawan swasta maupun orang yang sudah berduit
sekalipun.Kebanyakan orang ketika mendengar investasi “ah penghasilan segini
mau investasi atau belum ada sisa untuk investasi atau harus sedia berapa puluh
juta untuk investsi.
Ungkapan
itu sering terdengar, masih banyak orang mengira berinvestsi haruslah memiliki
pendapatan besar atau harus mengalokasikan dana dalam jumlah besar. Pemikiran
seperti inilah yang membuat banyak orang tidak mau mulai menata masa depan
finansialnya, akhirnya hanyalah mengeluh
tidak dapat mencukupi kebutuhan dan mulai menyalahkan pihak lain. Padahal
setiap individu bertanggung jawab atas masa depannya sendiri termasuk masa
depan finansialnya, bukan orang lain atau perusahaan tempatnya bekerja.
Sebenarnya
beragam instrumen investasi dapat dijadikan sarana mencapai tujuan finansial
kita. Mulai dari investasi reksa dana yang dimulai dari Rp 100.000 hingga
investasi yang canggih dan rumit seperti transaksi derivatif di pasar komoditas
dan memerlukan uang banyak seperti investasi pada properti.
BUKAN TERGANTUNG PENDAPATAN
Kurangnya pengetahuan mengenai perencanaan keuangan pribadi termasuk soal investasi juga menjadi salah satu kendala seseorang dalam menata sisi finansialnya. Banyak orang beranggapan akan mulai menabung atau berinvestasi nanti jika pendapatannya sudah besar. Tetapi sebenarnya semakin besar pendapatan semakin besar pula pengeluaran. Misalnya dengan pendapatan satu juta rupiah per bulan, seorang karyawan cukup naik angkutan umum kekantornya karena biaya murah. Ketika pendapatan naik dan dia sanggup mencicil sepeda motor pengeluarannya akan bertambah untuk membeli bensin,oli perawatan motor dan lainnya. Ketika gajinya semakin besar keinginanya untuk membeli mobil muncul padahal biaya yang harus dikeluarkan pun bertambah. Berbagai cara memang dapat dilakukan untuk memperoleh masa depan keuangan yang lebih cerah .masa depan tersebut tergantung bagaimana kita menyikapinya dan bertindak untuk memulai investasi. Berinvestsi Rp 100.000 per bulan secara teratur setiap bulan selama 20 tahun denganimbal hasil 25 persen sudah dapat Rp 1miliar. kalau uang yang disisihkan dinaikan menjadi 500.000 per bulan dana sebesar 1 miliar dapat dicapai dalam waktu 15 tahun dengan asumsi tingkat imbal hasil sebesar 25 persen juga.
BUKAN TERGANTUNG PENDAPATAN
Kurangnya pengetahuan mengenai perencanaan keuangan pribadi termasuk soal investasi juga menjadi salah satu kendala seseorang dalam menata sisi finansialnya. Banyak orang beranggapan akan mulai menabung atau berinvestasi nanti jika pendapatannya sudah besar. Tetapi sebenarnya semakin besar pendapatan semakin besar pula pengeluaran. Misalnya dengan pendapatan satu juta rupiah per bulan, seorang karyawan cukup naik angkutan umum kekantornya karena biaya murah. Ketika pendapatan naik dan dia sanggup mencicil sepeda motor pengeluarannya akan bertambah untuk membeli bensin,oli perawatan motor dan lainnya. Ketika gajinya semakin besar keinginanya untuk membeli mobil muncul padahal biaya yang harus dikeluarkan pun bertambah. Berbagai cara memang dapat dilakukan untuk memperoleh masa depan keuangan yang lebih cerah .masa depan tersebut tergantung bagaimana kita menyikapinya dan bertindak untuk memulai investasi. Berinvestsi Rp 100.000 per bulan secara teratur setiap bulan selama 20 tahun denganimbal hasil 25 persen sudah dapat Rp 1miliar. kalau uang yang disisihkan dinaikan menjadi 500.000 per bulan dana sebesar 1 miliar dapat dicapai dalam waktu 15 tahun dengan asumsi tingkat imbal hasil sebesar 25 persen juga.
Sumber :

0 komentar:
Posting Komentar