Kamis, 07 April 2016

 19.22         No comments

Sebelum melakukan investasi sebaiknya kita harus mengetahui produk apa saja yang ditawarkan.   Tidak hanya itu, kita juga harus mengetahui apa saja keunggulan dan kelemahan dari setiap produk tersebut.Setelah kita mengetahui semuannya, maka kita dapat menentukan investasi  apa yang cocok dan sesui dengan kebutuhan kita. 
Berikut ini macam-macam produk yang ditawarkan yaitu:
1.      TABUNGAN
Tabungan merupakan produk investasi yang paling aman karena apabila kita menyimpan uang kita dibank, maka kita akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti kebijakan bank yang bersangkutan.  Namun di dalam tabungan suku bunga yang diberikan relatif rendah, dan  jauh dibawah tingkat inflansi. Selain itu tabungan juga bersifat liquid yang artinya mudah untuk dicairkan sewaktu-waktu kita memerlukan. Tabungan juga bisa  digunakan sesorang pemula yang ingin memulai berinvestasi di berbagai produk investasi lainnya, yaitu dengan cara menyimpan uangnya sedikit demi sedikit,  setelah itu jika sudah terkumpul baru digunakan untuk berinvestasi di produk yang diinginkan.
2.      DEPOSITO BERJANGKA
Deposito berjangka merupakan tabungan dalam kurun waktu tertentu. Deposito berjangka hampir sama dengan tabungan, yaitu sama-sama bersifat liquid dapat diambil sewaktu-waktu  namun jika pengambilannya dilakukan sebelum jatuh tempo maka pemiliknya akan dikenai denda.Dalam deposito berjangka suku bunga yang diberikan lebih tinggi dari pada tabungan . selain itu deposito berjangka juga dapat dijaminkan untuk mendapatkan hutang dari bank yang sama.
Selain itu, Ada juga yang berpendapat bahwa tabungan dan deposito  bukan merupakan instrumen Investasi , karena tujuannya yang hanya untuk disimpan dan dipergunakan untuk berjaga-jaga ketika sedang diperlukan.
3.      OBLIGASI
Obligasi ”  merupakan surat pernyataan utang jangka panjang yang dapat di pindah tangankan, yang didalamnya berisi perjanjian dari pihak yang menerbitkan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.Pembeli obligasi biasa pemerintah ataupun perusahaan. Dalam obligasi,  jangka waktu pengembaliannya sudah ditentukan kurun waktunya dan disertainya dengan pembayaran bunga secara berkala. Bunga yang dikenakan dalam obligasi ada yang bersifat tetap ada juga yang mengambang.Obligasi memiliki sejumlah risiko bila perusahaan bangkrut atau tidak bisa membayar utangnya, Maka kita akan mengalami kerugian sebagai berikut:
Ø  Default Risk , artinya resiko bunga maupun nominal yang tidak terbayar.
Ø  Liquidity Risk, artinya obligasi sulit untuk dijual kembali.
Ø  Interest Rate Risk, artinya harga pasar obligasi turun akibat naiknya suku bunga pasar
Selain itu juga ada “Obligasi yang berbasis syariah yang disebut dengan  Sukuk“

" Sukuk " adalah obligasi syariah  yang merupakan surat berharga jangka panjang yang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan oleh emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil margin atau fee, serta membayar kembali dana obligasi saat jatuh tempo.
4.      OBLIGASI RETAIL NEGARA (ORI)
Surat utang pemerintah yang dijual kepada masyarakat. yang sifatnya lebih ke personal(Individu) sehingga nilai unitnya juga lebih kecil yaitu 1 juta untuk setiap unitnya. Dalam ORI ini keuntungannnya sudah dijamin pemerintah sehingga bebas dari risiko gagal bayar kecuali apabila pemerintah collaps.
5.      EMAS
Emas merupakan investasi jangka panjang yang berbentuk logam mulia yang hargannya lumanyan mahal. Jika ingin berinvestasi dalam bentuk emas sebaiknya harus mengetahui kadar emasnya terlebih dahulu dan juga apakah emas tersebut memiliki sertifikat keasliannya atau tidak. Investasi emas atau logam mulia relatif lebih aman dibandingkan dengan investasi lainnya, karena biasannya harga emas akan mengikuti nilai tukar US dollar  terhadap rupiah. Selain itu harga emas juga berbanding searah dengan inflasi. Semakin tinggi laju inflansi maka semakin tinggi pula kenaikan harga emas.
Jenis-Jenis Investasi dalam bentuk Emas :
Ø  Emas Perhiasan
Investasi emas dalam bentuk ini memiliki dua keunggulan sekaligus yaitu sebagai sarana investasi dan perhiasan yang dapat digunakan. Investasi dalam bentuk emas merupakan bentuk investasi emas dasar. Dalam investasi ini kelemahannya yaitu dari biaya pembuatan perhiasan. Biaya inilah yang menyebabkan harga per-gram emas tersebut menjadi lebih mahal. Semakin rumit dan sulit bentuk perhiasan tersebut, semakin mahal pula biaya pembuatan dan harga yang harus dibayar.
Ø  Emas Batangan
Jenis investasi emas dalam bentuk batangan memberikan tingkat keuntungan dan dan rasa aman yang lebih tinggi. Dalam Investasi emas batangan lebih terjamin karena akan diberikan sertifikat keaslian yang didalamnya memberikan informasi mengenai nomor id, berat, ukuran dan tingkat kadar emasnya.
Ø  Koin Emas
Penerbitan koin emas akan mempermudah perencanaan jangka panjang keluarga yang ingin mencapai harapan seperti Naik Haji. Investasi koin emas ini juga dapat dihubungkan dengan koleksi barang-barang antik. Harga koin emas antik
yang ditawarkan akan jauh lebih tinggi dibandingkan harga koin emas biasanya yang hanya dinilai berdasarkan tingkat kemurnian atau kadar karatnya.
6.      PROPERTI
Properti merupakan investasi dalam bentuk tanah dan bangunan. Investasi ini dapat memberikan keuntungan yang sangat besar, apabila pemilihan lokasi yang tepat dan strategis. Maka setiap tahunnya akan mengalami peningkatan nilai yang sangat tajam. Dalam Investasi properti ini disarankan bagi  yang memiliki dana cukup besar karena jika tidak dapat berisiko kekurangan uang kas pada masa-masa darurat.
7.      SAHAM
Saham merupakan suatu jenis surat berharga yang menunjukan tanda kepemilikan suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham berupa selembaran kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik yang menerbitkan surat berharga tersebut. Tetapi saat ini perdangan saham dibursa efek Indonesia sudah tanpa fisik. Semua dicatat dalam rekening atas nama pemilik. Hal tersebut supaya mempermudah dalam transaksi.
Saham ada dua jenisnya yaitu :
Ø  Saham Biasa
Suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungsi suatu bukti kepemilikan. Selain itu pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima sebagaian pendapatan tetap/deviden dari perusahaan, deviden tersebut diberikan jika perusahaan mendapatkan laba dan mendapatkan persetujuan dari rapat umum pemegang saham.
Ø  Saham Preferen
Merupakan gabungan obligasi dengan saham. Dalam saham preferen deviden yang dibagikan jumlahnya tetap, dan apabila pada tahun tertentu deviden tidak dibayarkan maka deviden tersebut akan diakumulasikan pada pembayaran tahun berikutnya.
8.      REKSADANA
Reksadana adalah wadah pengelolaan dana atau modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana.Dana ini kemudian dikelola oleh manajer investasi ( MI ) kedalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang, ataupun efek security lainnya.Reksadana juga sangat cocok bagi seseorang yang ingin berinvestasi dalam aset banyak, Selain itu reksadana juga sangat cocok bagi seseorang yang memiliki keterbatasan dana  karena mereka bisa ikut andil menanamkan dananya di salah satu jenis dari reksadana.
Berikut ini Jenis-jenis Reksadana :
1.  Reksadana Saham
reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya kedalam efek bersifat ekuitas ( saham ). Efek saham memberikan potensi hasil yang lebih tinggi berupa capital gain melalui pertumbuhan harga-harga saham dan deviden. Reksadana saham memberikan potensi pertumbuhan nilai investasi yang paling besar demikian juga dengan risikonya.
2.  Reksadana Campuran
Reksadana yang melakukan investasi dalam efek ekuitas dan efek hutang yang perbandingannya tidak termasuk dalam katagori reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham. Potensi dan hasil resiko reksadana campuran secara teoritis dapat lebih besar dari reksadana pendapatan tetap namun lebih kecil dari reksadana saham.
3.  Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80 % dari portofolio yang dikelolanya kedalam efek bersifat hutang. Risiko investasi yang lebih tinggi dari reksadana pasar uang membuat nilai retrun bagi reksadana jenis ini juga lebih tinggi tapi tetap lebih rendah daripada reksadana saham atau campuran.
4.  Reksadana Pasar Uang
Reksadana yang melakukan investasi 80% pada efek pasar uang yaitu efek hutang yang berjangka kurang dari satu tahun, seperti SBI, deposito. Reksadana pasar uang merupakan reksadana yang memiliki risiko terendah namun juga memberikan retrun yang terbatas.
5.   Reksadana Index
Reksadana yang isinya adalah sebagian besar dari index tertentu dan dikelola secara pasif, yang artinya tidak melakukan jual beli dibursa, kecuali ada subscription baru atau redemption, oleh karenanya reksadana index biasanya keuntungan dan kerugiannya sejalan dengan index tersebut.Jika reksadana tersebut diperjual belikan dibursa, maka disebut Exchange Trade Fund(ETF) dan harganya berfluktuasi tiap detiknya, sehingga mirip saham.
Sumber :  
 

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Anda Pengunjung ke :

Kunjungi Juga Blog Saya :

Popular Posts

STIE Cendekia

STIE Cendekia
Logo STIE Cendekia Bojonegoro

About Me